Starlink Berikan Internet Gratis untuk Venezuela hingga Februari 2026 Usai Penangkapan Maduro

1/5/20262 min baca

a white surfboard sitting on top of a metal pole
a white surfboard sitting on top of a metal pole

Surakarta, 5 Januari 2026 - SpaceX's Starlink, proyek satelit internet milik Elon Musk, telah mengumumkan penyediaan layanan broadband gratis bagi masyarakat Venezuela hingga 3 Februari 2026, sebagai respons terhadap kekacauan yang terjadi setelah operasi militer AS dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Inisiatif ini bertujuan untuk menjaga konektivitas di negara yang sedang mengalami krisis politik dan gangguan infrastruktur komunikasi parah. Pengumuman ini datang setelah AS melancarkan serangan udara ke Caracas pada 3 Januari 2026, yang berujung pada penangkapan Maduro atas tuduhan narco-terrorism, menyebabkan pemadaman listrik dan jaringan internet di seluruh negeri. Musk, melalui akun X-nya, menyatakan dukungan penuh untuk rakyat Venezuela, menekankan bahwa "dalam situasi krisis seperti ini, akses informasi adalah hak dasar."

Layanan gratis ini berlaku untuk pelanggan aktif maupun non-aktif Starlink di Venezuela, dengan prioritas pada area yang paling terdampak seperti Caracas dan wilayah sekitarnya. Pengguna baru dapat mendaftar melalui aplikasi Starlink dengan tiket dukungan khusus "Venezuela Crisis Support", sementara pelanggan lama otomatis mendapatkan kredit gratis tanpa perlu tindakan tambahan. Inisiatif ini mirip dengan bantuan Starlink untuk korban banjir Sumatera, Indonesia, pada akhir 2025, di mana layanan gratis diberikan hingga akhir Desember untuk mendukung koordinasi bantuan dan komunikasi. Di Venezuela, di mana pemadaman internet mencapai 80% di beberapa daerah pasca-operasi AS, Starlink diharapkan menjadi lifeline untuk informasi, transaksi digital, dan kontak dengan keluarga di luar negeri.

Penangkapan Maduro oleh pasukan khusus AS pada 3 Januari 2026 menjadi puncak dari ketegangan panjang antara Washington dan Caracas, dengan AS menuduh Maduro terlibat dalam kartel narkoba dan korupsi. Operasi ini, yang melibatkan serangan udara dan invasi darat, menyebabkan kekacauan massal, termasuk pemadaman listrik nasional dan gangguan jaringan telekomunikasi, membuat jutaan warga terisolasi. Starlink, yang telah beroperasi di Venezuela sejak 2022 meski dengan pembatasan dari rezim Maduro, kini menjadi solusi utama untuk memulihkan konektivitas di tengah kekosongan kekuasaan. Musk, yang sering kritis terhadap Maduro, menyatakan bahwa "dalam dukungan rakyat Venezuela, kami siap membantu menjaga alur informasi tetap mengalir." Respons dari komunitas internasional positif, dengan organisasi seperti Amnesty International menyambut bantuan ini sebagai langkah krusial untuk hak akses informasi di masa transisi.

Inisiatif Starlink ini sejalan dengan kebijakan global SpaceX dalam merespons krisis, seperti bantuan untuk korban gempa Turki 2023 atau banjir Pakistan 2022, di mana layanan gratis diberikan untuk periode darurat. Di Venezuela, dengan populasi 28 juta dan infrastruktur yang rapuh, bantuan ini diharapkan mempercepat pemulihan, meski tantangan seperti distribusi terminal di area konflik tetap ada. Langkah Musk ini juga memicu diskusi tentang peran perusahaan swasta dalam diplomasi digital, terutama di negara dengan pemerintahan otoriter.