Tantangan Perempuan Sukses Menurut Najwa Shihab


Surakarta, 23 Agustus 2026 - Perempuan kini semakin banyak menempati posisi penting dalam dunia kerja. Namun, perjalanan menuju kesuksesan masih dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari diskriminasi, kesenjangan kesempatan, hingga stereotip terhadap perempuan yang ambisius. Menurut jurnalis dan founder Narasi, Najwa Shihab, tantangan terbesar justru bisa datang dari diri sendiri.
Stereotip yang Membentuk Keraguan Diri
Secara tidak sadar, perempuan kerap meragukan kemampuan mereka karena adanya anggapan yang sudah mengakar di masyarakat: perempuan sukses dianggap “terlalu ambisius” atau “bossy”, sementara pria yang sukses justru dipandang hebat dan ideal sebagai pemimpin. Standar ganda ini membuat banyak perempuan enggan menunjukkan potensi penuh mereka, takut dicap negatif.
Najwa menekankan bahwa jika tidak bisa mengubah lingkungan atau orang lain, setidaknya perubahan bisa dimulai dari diri sendiri. Mengubah cara pandang terhadap diri sendiri menjadi langkah awal yang krusial agar perempuan berani tampil, berbicara, dan mengambil peluang.
Langkah Praktis Menghadapi Tantangan
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Najwa menyarankan beberapa langkah konkret:
Miliki mentor yang dapat memberikan arahan, perspektif, dan dukungan dalam perjalanan karier.
Aktif terlibat dalam berbagai kegiatan di lingkungan pekerjaan agar kemampuan dan kontribusinya semakin terlihat, bukan hanya menunggu pengakuan.
Bangun karakter yang konstruktif dan sikap empati. Ambisi saja tidak cukup. Perempuan juga perlu memiliki ide yang kuat, bekerja keras, serta mampu berempati dalam menjalankan peran.
Saling Menguatkan, Bukan Saling Menjatuhkan
Najwa juga menekankan pentingnya perempuan saling menguatkan satu sama lain. Ia menyinggung fenomena queen bee syndrome, di mana perempuan yang sudah berhasil justru tidak mendukung perempuan lain. Menurutnya, kesuksesan perempuan seharusnya tidak dipandang sebagai sesuatu yang harus dicapai dengan mengorbankan atau menjatuhkan perempuan lainnya. Kolaborasi dan dukungan sesama perempuan justru memperkuat posisi mereka secara kolektif.
Kesuksesan Bukan dari Belas Kasihan
Pada akhirnya, menjadi perempuan sukses bukan soal mendapatkan perlakuan khusus atau belas kasihan. Kesuksesan dibangun melalui keberanian menunjukkan kemampuan, kerja keras, ide yang brilian, serta kemauan untuk terus berkembang. Perempuan hebat, kata Najwa, adalah mereka yang tidak ragu menampilkan ambisi, tetapi tetap dilandasi integritas, empati, dan kontribusi nyata.
Pesan Najwa Shihab ini relevan tidak hanya bagi perempuan di dunia kerja, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin membangun karier di tengah tantangan sosial dan budaya yang masih ada. Perubahan besar dimulai dari cara kita memandang diri sendiri, dilanjutkan dengan tindakan nyata, dan diperkuat oleh dukungan komunitas.
Tantangan terbesar perempuan sukses sering kali bukan hanya dari luar, melainkan dari dalam diri sendiri akibat stereotip yang sudah lama tertanam. Dengan mengubah pola pikir, mencari mentor, aktif berkontribusi, membangun karakter yang baik, serta saling mendukung sesama perempuan, jalan menuju kesuksesan yang autentik dan berkelanjutan menjadi lebih terbuka.
Image Source: Ultimagz
Media Sosial
Temukan Kami
#KenalLebihDekat
© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

Anggota Asosiasi