Tiga Modal Bisnis yang Tak Bisa Dibeli dengan Uang Menurut Chairul Tanjung


Surakarta, 16 Oktober 2026 - Banyak orang menganggap uang sebagai modal utama untuk memulai bisnis. Tanpa modal finansial yang cukup, ide usaha sering kali ditunda atau bahkan dibatalkan. Namun, Chairul Tanjung, pendiri CT Corp, justru membuktikan sebaliknya. Ia memulai perjalanan bisnisnya pada usia 18 tahun saat masih kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, tanpa memiliki modal uang sama sekali.
Dalam berbagai kesempatan, termasuk di Jogja Financial Festival 2026, CT selalu menekankan bahwa uang bukan satu-satunya modal. Menurutnya, ada tiga modal yang jauh lebih penting pada tahap awal: kemauan, kemampuan, dan networking.
1. Kemauan: Modal Paling Dasar
Kemauan menjadi fondasi pertama. Ide bisnis sebaik apa pun tidak akan berjalan jika tidak ada keberanian dan tekad untuk memulainya. CT sendiri terdorong memulai usaha karena kondisi ekonomi keluarga yang sulit. Biaya kuliah harus ia tanggung sendiri. Tanpa kemauan kuat untuk mandiri, ia mungkin tidak akan pernah melangkah.
Kemauan ini yang membuat seseorang tetap bergerak meski sumber daya terbatas. Ia mendorong anak muda untuk tidak menunggu “siap”. Usia muda justru dianggap sebagai waktu terbaik untuk memulai, karena kesempatan belajar dan mencoba masih sangat panjang.
2. Kemampuan: Sesuatu yang Bisa Ditawarkan
Kemauan saja tidak cukup. Seseorang harus memiliki kemampuan atau nilai yang bisa ditawarkan kepada pasar. CT memulai dengan jasa fotokopi. Ia tidak punya mesin sendiri, tetapi memanfaatkan jaringan teman yang memiliki mesin fotokopi. Ia juga pernah berjualan buku kuliah dan berbagai kebutuhan mahasiswa.
Kemampuan di sini bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan melihat peluang, mengelola, dan memberikan solusi. Semakin relevan kemampuan yang dimiliki dengan kebutuhan pasar, semakin besar peluang usaha untuk diterima.
3. Networking: Jaringan yang Dibangun dengan Kepercayaan
Modal ketiga adalah networking atau jaringan. Relasi dapat membuka akses terhadap pelanggan, pemasok, mitra, hingga sumber daya yang belum mampu dimiliki pengusaha pemula. CT sering menekankan bahwa networking adalah salah satu kunci utama dalam bisnis.
Namun, jaringan tidak cukup hanya dikumpulkan. CT menegaskan pentingnya menjaga amanah. “Dan yang paling penting itu kita mampu menjaga amanahnya. Tanpa itu ia tidak akan pernah bisa,” ujarnya. Kepercayaan menjadi perekat hubungan bisnis. Tanpa integritas, jaringan yang luas sekalipun akan sulit bertahan lama.
Uang Bukan Segalanya, Tapi Tetap Penting
CT tidak menafikan peran uang. Modal finansial memang dapat mempercepat pertumbuhan bisnis. Namun, tanpa kemauan, kemampuan, dan jaringan, uang saja tidak akan cukup. “Percuma juga kalau misalnya punya uang, tapi tidak punya kemauan, tidak punya relasi. Tidak tahu juga kita jadinya mau jual ke mana,” katanya.
Pandangan ini sejalan dengan kisah awal CT yang kemudian berkembang menjadi konglomerasi besar di berbagai sektor, mulai dari media, perbankan, ritel, hingga hiburan. Perjalanan itu dimulai dari usaha kecil di bawah tangga kampus, bukan dari modal besar.
Pelajaran untuk Generasi Muda
Pesan CT relevan bagi siapa pun yang ingin berbisnis, terutama anak muda. Keterbatasan uang tidak selalu menjadi alasan untuk menunda. Justru pada tahap awal, kemampuan menciptakan nilai dan membangun kepercayaan bisa menjadi aset yang lebih berharga.
Mulai sedini mungkin memberikan ruang untuk belajar dari kesalahan, membangun pengalaman, sekaligus memperluas jaringan. Ketika fondasi tiga modal itu sudah kuat, uang biasanya akan menyusul sebagai akselerator, bukan sebagai syarat mutlak.
Pada akhirnya, bisnis yang bertahan lama jarang dibangun hanya dengan uang. Ia dibangun oleh orang yang punya kemauan untuk bergerak, kemampuan untuk memberikan nilai, dan jaringan yang dilandasi kepercayaan. Tiga modal inilah yang tidak bisa dibeli, tetapi bisa dibangun oleh siapa saja yang berani memulai.
Media Sosial
Temukan Kami
#KenalLebihDekat
© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

Anggota Asosiasi