Tim Cook Mundur dari Jabatan CEO Apple, John Ternus Ditunjuk Sebagai Pengganti Mulai September 2026


Surakarta, 21 April 2026 - Apple resmi mengumumkan pada Senin (20 April 2026) bahwa Tim Cook akan mundur dari posisi CEO perusahaan per 1 September 2026. Cook, yang telah memimpin raksasa teknologi tersebut selama hampir 15 tahun sejak 2011, akan beralih menjadi Executive Chairman atau Ketua Eksekutif Dewan Direksi. Pengumuman ini menjadi bagian dari proses suksesi jangka panjang yang telah direncanakan secara matang oleh dewan direksi Apple.
Cook, yang bergabung dengan Apple pada 1998 sebagai eksekutif operasi, menggantikan Steve Jobs sebagai CEO tepat setelah Jobs meninggal dunia. Di bawah kepemimpinannya, Apple mengalami transformasi luar biasa. Kapitalisasi pasar perusahaan melonjak dari sekitar US$350 miliar pada 2011 menjadi lebih dari US$4 triliun saat ini—peningkatan lebih dari 1.000 persen. Pendapatan tahunan hampir empat kali lipat, dari US$108 miliar menjadi lebih dari US$416 miliar pada fiskal 2025. Jumlah perangkat aktif Apple kini mencapai lebih dari 2,5 miliar unit, sementara bisnis Services tumbuh menjadi perusahaan senilai US$100 miliar setara Fortune 40. Apple juga memperluas kehadirannya ke lebih dari 200 negara dengan lebih dari 500 gerai ritel, serta memangkas jejak karbon lebih dari 60 persen meski pendapatan hampir berlipat ganda.
Dalam surat terbuka kepada karyawan dan komunitas, Cook menyatakan, “Ini adalah kehormatan terbesar dalam hidup saya menjadi CEO Apple. Saya mencintai perusahaan ini sepenuh hati. John Ternus memiliki pikiran seorang insinyur, jiwa inovator, dan hati yang memimpin dengan integritas serta kehormatan. Dia adalah pemimpin visioner yang tepat untuk membawa Apple ke masa depan.” Cook juga menekankan bahwa ia akan tetap aktif mendukung perusahaan, termasuk berinteraksi dengan pembuat kebijakan global.
John Ternus, yang akan menggantikan Cook, adalah Senior Vice President Hardware Engineering Apple sejak 2021. Ia bergabung dengan perusahaan pada 2001 dan telah memimpin pengembangan produk ikonik seperti iPad, AirPods, berbagai generasi iPhone, Mac, serta Apple Watch. Sebagai lulusan teknik mesin dari University of Pennsylvania, Ternus dikenal sebagai sosok rendah profil namun berpengaruh besar di balik inovasi hardware Apple, termasuk transisi ke chip Apple Silicon yang meningkatkan performa dan efisiensi produk. Dalam pernyataannya, Ternus mengatakan, “Saya merasa sangat bersyukur atas kesempatan ini. Saya telah bekerja di bawah Steve Jobs dan Tim Cook sebagai mentor. Saya yakin tim terbaik di dunia ada di Apple, dan kita siap mencapai hal-hal luar biasa di masa depan.”
Arthur Levinson, yang selama 15 tahun menjabat sebagai Non-Executive Chairman, akan menjadi Lead Independent Director mulai September. Dewan direksi menyetujui transisi ini secara bulat dan menyebutnya sebagai hasil perencanaan suksesi yang panjang. Analis pasar menyambut positif karena Ternus dianggap sebagai penerus internal yang paling siap, mengingat rekam jejaknya di bidang hardware yang menyumbang sekitar 80 persen pendapatan Apple.
Pasar merespons pengumuman ini dengan optimis. Harga saham Apple (AAPL) ditutup naik 1,04 persen menjadi US$273,05 pada Senin (20 April 2026), meski sempat fluktuatif di awal sesi. Kabar ini memicu reaksi beragam di kalangan pelaku pasar—ada yang melihat ini sebagai akhir era Cook yang stabil, tapi juga peluang baru di bawah kepemimpinan engineer murni seperti Ternus yang diyakini akan mendorong inovasi hardware lebih agresif.
Cook sendiri sempat membaca ribuan email pelanggan selama 15 tahun jabatannya, sebuah kebiasaan yang ia sebut sebagai pengingat bahwa “nilai-nilai Apple lebih besar dari siapa pun di antara kita.” Transisi ini diharapkan berjalan mulus, dengan Cook tetap mendampingi Ternus hingga akhir musim panas 2026.
Sumber gambar: Apple Insider
Media Sosial
Temukan Kami
#KenalLebihDekat
© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

Anggota Asosiasi