Tinggalkan Karier, Perempuan Ini Bangun Bisnis Es Krim Beromzet Rp32 Miliar

8/31/20262 min baca

Tinggalkan Karier, Perempuan Ini Bangun Bisnis Es Krim Beromzet Rp32 Miliar
Tinggalkan Karier, Perempuan Ini Bangun Bisnis Es Krim Beromzet Rp32 Miliar

Surakarta, 31 Agustus 2026 - Tidak semua peluang bisnis datang dari rencana besar. Bagi Annie Park, semuanya bermula pada 2019 ketika sang ibu, Sarah, meminta bantuannya membuka toko es krim kecil di Bethesda, Maryland, Amerika Serikat. Saat itu, Park yang baru saja menyelesaikan pendidikan di Harvard bahkan tidak terlalu tertarik dengan bisnis tersebut. Ia sedang backpacking di Asia Tenggara ketika menerima telepon itu.

Namun, keputusan untuk membantu selama beberapa bulan justru membawanya menjadi mitra penuh waktu di Sarah’s Handmade Ice Cream. Bisnis ini menawarkan sesuatu yang sederhana, tetapi punya pembeda jelas. Es krim dibuat menggunakan bahan alami dan buah asli, bukan sekadar perasa maupun pewarna makanan seperti banyak produk komersial. Sarah sendiri sudah terbiasa membuat es krim sejak di Korea Selatan pada awal 1990-an untuk putrinya, lalu kembali mengembangkan hobinya setelah pensiun pada 2018.

Awal yang Tidak Mudah, Lalu Tumbuh Pesat

Setelah melewati lebih dari enam bulan pertama yang penuh tantangan—termasuk antrean panjang di hari pembukaan hingga harus membuat es krim hingga dini hari—bisnis ini berkembang pesat. Dalam setahun, mereka membuka lokasi kedua. Kini Sarah’s Handmade Ice Cream memiliki beberapa toko di Maryland (termasuk Bethesda, North Bethesda, dan Rockville), dengan rencana ekspansi lebih lanjut, termasuk ke Chevy Chase dan Washington D.C.

Total pendapatan tahunan mencapai US$1,86 juta atau sekitar Rp32 miliar. Annie menangani operasional dan kepegawaian (dengan sekitar 35 karyawan), sedangkan sang ibu fokus mengembangkan produk serta menjaga kualitas. Pembagian peran ini membuat masing-masing pihak bekerja pada keahliannya, bukan mengerjakan semuanya sendiri.

Membangun Loyalitas Tanpa Anggaran Marketing Besar

Menariknya, mereka juga tidak mengandalkan anggaran pemasaran besar. Sarah’s Handmade Ice Cream membangun hubungan dengan komunitas lokal, termasuk membagikan produknya kepada organisasi nirlaba dan pekerja garis depan selama pandemi. Dukungan komunitas, kampanye “beli lokal”, hingga program donasi yang melibatkan pelanggan membantu menciptakan basis pelanggan loyal.

Produk yang memiliki pembeda, pembagian peran yang tepat, dan hubungan kuat dengan pelanggan menjadi fondasi pertumbuhan yang jauh lebih tahan lama. Kisah Annie dan Sarah menunjukkan bahwa peluang bisnis sering kali tidak datang dalam bentuk yang terlihat sempurna sejak awal. Yang membedakan adalah kemampuan melihat nilai, menemukan keunggulan, lalu membangun sistem agar bisnis dapat tumbuh melampaui peran pendirinya.

Dari permintaan ibu yang awalnya dianggap sementara, Annie Park membangun bisnis es krim handmade yang kini beromzet miliaran rupiah. Dengan fokus pada kualitas bahan alami, pembagian kerja yang jelas, dan kedekatan dengan komunitas, Sarah’s Handmade Ice Cream menjadi contoh bahwa bisnis sederhana pun bisa tumbuh besar jika dijalankan dengan konsisten dan tulus.

Image Source: CNBC

Media Sosial

Temukan Kami

#KenalLebihDekat

© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

asosiasi coworking indonesia CID
asosiasi coworking indonesia CID

Anggota Asosiasi