Trump Diperkirakan Umumkan Pengganti Jerome Powell Minggu Depan: Empat Kandidat Sudah Siap


Surakarta, 21 Januari 2026 - Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa Presiden Donald Trump kemungkinan besar akan mengumumkan pengganti Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell paling cepat minggu depan, setelah proses seleksi yang dimulai sejak September 2025. Pernyataan ini disampaikan Bessent selama wawancara di World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss, pada 20 Januari 2026, di mana ia mengungkap bahwa daftar kandidat telah menyempit dari 11 menjadi empat nama yang telah bertemu langsung dengan Trump. "Saya memperkirakan beliau (Trump) akan membuat pengumuman mungkin paling cepat minggu depan," ujar Bessent dalam wawancara dengan CNBC di Davos. Meskipun keputusan akhir berada di tangan Trump, Bessent menekankan bahwa proses ini telah berjalan secara teliti untuk memastikan kandidat yang tepat memimpin bank sentral AS.
Empat kandidat yang disebutkan Bessent termasuk Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett, eksekutif BlackRock Rick Rieder, Gubernur Fed saat ini Christopher Waller, dan mantan Gubernur Fed Kevin Warsh. Hassett, yang sempat menjadi frontrunner, dianggap loyalis Trump karena pengalamannya sebagai penasihat ekonomi di masa jabatan pertama, meskipun ia lebih memilih tetap di Gedung Putih. Rieder, dengan pengalaman mengelola aset US$2,4 triliun di BlackRock, membawa keahlian pasar keuangan yang luas. Waller dan Warsh, sebagai veteran Fed, menawarkan kontinuitas kebijakan moneter, meskipun Trump mencari kandidat yang lebih dovish untuk menurunkan suku bunga secara agresif. Spekulasi semakin kuat bahwa pengumuman bisa terjadi selama pidato Trump di Davos pada Rabu, 21 Januari 2026, meskipun Bessent menekankan bahwa jadwal sepenuhnya bergantung pada presiden.
Rencana penggantian Powell ini bukan hal baru; Trump telah menyuarakan ketidakpuasannya sejak 2025, menuduh Powell terlalu lambat menurunkan suku bunga dan berkontribusi pada inflasi tinggi. Jabatan Powell sebagai Ketua The Fed berakhir pada Mei 2026, meskipun sebagai anggota dewan gubernur, ia bisa tetap bertahan hingga 2028 kecuali dipecat atas alasan yang sah. Namun, Trump telah menyusun strategi untuk menggantinya dengan loyalis yang mendukung kebijakan "America First", yang bisa mempengaruhi suku bunga lebih rendah untuk mendorong pertumbuhan, meskipun berisiko inflasi. Reaksi dari Senat beragam; Senator Republik seperti Mitt Romney khawatir penggantian ini bisa mengganggu independensi Fed, sementara yang lain mendukung perubahan untuk align dengan agenda Trump. Nominasi baru ini memerlukan konfirmasi Senat, yang bisa menjadi pertarungan sengit di tengah polarisasi politik.
Dampak potensial terhadap pasar sangat signifikan, karena pergantian kepemimpinan Fed bisa mempengaruhi suku bunga global, nilai dolar, dan aliran modal ke negara berkembang seperti Indonesia. Di Indonesia, Bank Indonesia (BI) memantau situasi ini karena bisa mempengaruhi rupiah dan inflasi impor, dengan proyeksi pertumbuhan 5% pada 2026. Pengumuman ini diharapkan menjadi momen penting bagi ekonomi AS di awal 2026.
