Trump Makin Tajir di Tengah Konflik Iran-AS: Kekayaan Melonjak Jadi Rp109 T

3/16/20262 min baca

Hasil Pertemuan AS-China: Tarif Dikurangi, Namun Tetap Dijalankan
Hasil Pertemuan AS-China: Tarif Dikurangi, Namun Tetap Dijalankan

Surakarta, 16 Maret 2026 – Di tengah huru-hara konflik militer AS-Israel melawan Iran yang telah menelan biaya sangat besar, kekayaan Presiden Donald Trump justru melonjak tajam. Menurut data Forbes Real-Time Billionaires per 13 Maret 2026, total kekayaan Trump kini mencapai US$6,5 miliar atau sekitar Rp109 triliun. Peningkatan ini terjadi dalam waktu singkat berkat kesepakatan bisnis crypto keluarga Trump dengan pihak Timur Tengah.

Penyumbang terbesar adalah penjualan 49% saham proyek World Liberty Financial (WLFI) kepada Aryam Investment, perusahaan yang didukung oleh penasihat keamanan nasional Uni Emirat Arab (UEA) dan anggota keluarga kerajaan Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan. Transaksi ini saja langsung menambah kekayaan Trump sebesar US$200 juta. Selain itu, penjualan token crypto WLFI berhasil meraup keuntungan sekitar US$550 juta dalam setahun terakhir. Trump juga masih memegang token WLFI dan koin meme Official Trump (TRUMP) dengan nilai total US$570 juta.

Aset pribadi Trump turut mendukung lonjakan ini. Klub pribadinya Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida, kini bernilai sekitar US$560 juta. Belum lagi 10 lapangan golf Trump yang tersebar di enam negara bagian AS, yang secara keseluruhan ditaksir mencapai US$550 juta. Forbes mencatat bahwa Trump adalah salah satu dari sedikit miliarder yang justru diuntungkan oleh gejolak geopolitik Timur Tengah, terutama karena proyek crypto WLFI yang semakin populer di kalangan investor UEA dan Timur Tengah.

Sementara itu, Senator Demokrat Chris Coons mengungkapkan bahwa perang melawan Iran diperkirakan menelan biaya minimal US$11,3 miliar (Rp190 triliun) hanya dalam enam hari pertama. Angka ini mencakup penggunaan amunisi mahal dan kerusakan alutsista. Ironisnya, di saat negara menghabiskan ratusan triliun untuk perang, kekayaan Trump pribadi terus bertambah.

Pernyataan Trump baru-baru ini yang ingin “memilih pemimpin Iran baru” juga dikaitkan dengan peluang bisnis lebih lanjut di kawasan. Namun, penolakan keras dari Mojtaba Khamenei membuat prospek damai semakin jauh. Di tengah eskalasi ini, harga minyak Brent sudah melonjak hampir 30% ke level US$110 per barel, yang secara tidak langsung juga mendukung portofolio investasi Trump di sektor energi.

Pencapaian kekayaan Trump ini semakin mempertegas posisinya sebagai orang terkaya di dunia. Banyak analis memprediksi bahwa jika rencana IPO SpaceX terealisasi akhir tahun ini, kekayaannya berpotensi menembus US$1 triliun untuk pertama kalinya dalam sejarah.