Trump Resmi Nominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua Fed Baru


Surakarta, 30 Januari 2026 - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi mengumumkan nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru, menggantikan Jerome Powell yang telah menjabat sejak 2018. Pengumuman ini disampaikan Trump melalui posting di Truth Social pada 30 Januari 2026, menandai akhir dari proses pencarian pengganti yang telah berlangsung sejak akhir 2025. "Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa saya mencalonkan Kevin Warsh sebagai Chairman Of The Board Of Governors Of The Federal Reserve System," tulis Trump, menekankan bahwa Warsh adalah pilihan yang tepat untuk membawa reformasi ke bank sentral AS. Nominasi ini memerlukan konfirmasi Senat, di mana Warsh akan menghadapi sidang untuk memastikan kelayakannya memimpin institusi yang mengendalikan kebijakan moneter terbesar dunia.
Kevin Warsh, berusia 55 tahun, memiliki latar belakang yang kuat di bidang ekonomi dan kebijakan moneter. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur The Fed dari 2006 hingga 2011 di era Presiden George W. Bush, di mana ia terlibat langsung dalam penanganan krisis keuangan global 2008, termasuk program bailout bank dan stimulus ekonomi. Saat ini, Warsh adalah Shepard Family Distinguished Visiting Fellow di Hoover Institution, Universitas Stanford, dan dosen di Stanford Graduate School of Business, di mana ia fokus pada isu ekonomi makro dan reformasi keuangan. Warsh dikenal sebagai kritikus tajam terhadap kebijakan The Fed pasca-krisis 2008, yang ia anggap terlalu longgar dan berpotensi menciptakan bubble aset. Pemilihannya oleh Trump mencerminkan keinginan presiden untuk mengganti Powell, yang sering dikritik karena terlalu lambat menurunkan suku bunga, meskipun Powell telah memangkasnya tiga kali pada 2025 total 0,75%. Jika dikonfirmasi, Warsh akan menjadi Ketua Fed termuda sejak G. William Miller pada 1978, dan diharapkan membawa pendekatan lebih hawkish terhadap inflasi sambil mendukung agenda "America First" Trump.
Pengumuman ini datang di tengah konflik sengit antara Trump dan Powell, di mana Trump berulang kali mengancam pemecatan sejak 2025 karena dianggap menghambat pertumbuhan dengan suku bunga tinggi. Meskipun jabatan Powell sebagai Ketua berakhir pada Mei 2026, sebagai gubernur ia bisa tetap hingga 2028 kecuali dipecat atas alasan sah, tapi nominasi Warsh menandakan niat Trump untuk transisi cepat. Reaksi dari Senat beragam; Senator Republik seperti Lindsey Graham mendukung karena Warsh dianggap "reformer" yang bisa menyelaraskan Fed dengan kebijakan Trump, sementara Demokrat seperti Elizabeth Warren khawatir ini akan menggerus independensi Fed, seperti yang dilaporkan Politico pada 31 Januari 2026. Konfirmasi Senat diharapkan sengit, mengingat polarisasi politik, tapi dengan mayoritas Republik di Senat, peluang Warsh tinggi.
Dampak pasar langsung terasa: saham perbankan naik karena ekspektasi suku bunga lebih rendah, sementara dolar AS melemah terhadap euro dan yen. Di Indonesia, nominasi ini bisa mempengaruhi rupiah melalui kebijakan moneter AS yang lebih longgar, dengan BI memproyeksikan pertumbuhan 5% pada 2026 meski waspada terhadap volatilitas global. Nominasi Warsh ini menjadi langkah penting Trump untuk mengontrol ekonomi AS di periode keduanya.
