Trump-Xi Redakan Perang Dagang, Apa Dampaknya ke Bisnis?


Surakarta, 7 Oktober 2026 - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China mulai memasuki babak baru. Setelah pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Washington pada akhir September 2026, kedua negara sepakat memangkas tarif untuk sekitar US$30 miliar barang dari masing-masing pihak. Jika digabungkan, perdagangan senilai sekitar US$60 miliar akan mendapat perlakuan tarif yang lebih ringan.
Angka tersebut memang hanya sebagian kecil dari total perdagangan barang AS-China yang mencapai ratusan miliar dolar per tahun. Namun, langkah ini menjadi sinyal penting bahwa kedua negara masih membuka ruang kompromi di tengah ketegangan yang belum sepenuhnya selesai.
Detail Kesepakatan Tarif
AS akan memberikan keringanan tarif untuk 77 jenis barang dari China. Daftarnya mencakup kembang api, perlengkapan rumah tangga, alat olahraga, mainan, hiasan Natal, hingga kursi mobil anak. Sementara itu, China menyiapkan daftar yang jauh lebih panjang: 1.619 barang, termasuk daging, makanan laut, produk susu, biji-bijian, batu bara, kayu, peralatan medis, serta berbagai komoditas pertanian.
Menariknya, sekitar 90 persen barang dalam kesepakatan tersebut akan mendapatkan tarif hingga level most-favored-nation (MFN). Artinya, produk yang masuk daftar akan memperoleh perlakuan tarif standar WTO yang jauh lebih ringan dibanding tarif tambahan yang sebelumnya diberlakukan selama perang dagang.
Komitmen Pembelian Komoditas
Selain pemangkasan tarif, China juga berkomitmen meningkatkan pembelian produk pertanian AS. Salah satu poin penting adalah pembelian setidaknya 25 juta ton kedelai per tahun hingga 2028, serta komitmen pembelian batu bara AS sebanyak sekitar 10 juta metrik ton per tahun pada 2027 dan 2028. Langkah ini diharapkan mendukung stabilitas pasokan di China sekaligus memberikan kepastian bagi produsen komoditas di AS.
Bagi AS, kesepakatan ini membuka akses lebih besar bagi produk pertanian, kayu, kosmetik, dan peralatan medis. China di sisi lain mendapatkan hambatan yang lebih rendah untuk barang konsumsi seperti mainan, peralatan rumah tangga, dan produk musiman.
Apa Artinya bagi Pelaku Bisnis?
Perubahan tarif seperti ini bukan sekadar urusan pemerintah. Bagi pelaku bisnis, tarif langsung memengaruhi biaya impor, harga jual, permintaan, dan peluang ekspor.
Importir dan peritel yang membawa barang-barang dalam daftar (mainan, peralatan rumah tangga, hiasan) berpotensi mendapatkan harga beli lebih rendah. Ini bisa diterjemahkan menjadi harga jual yang lebih kompetitif atau margin yang lebih baik.
Eksportir pertanian dan komoditas AS mendapat peluang volume yang lebih besar ke China, terutama untuk kedelai, daging, produk susu, dan batu bara.
Produsen peralatan medis dan produk kayu juga berpeluang menikmati akses pasar yang lebih baik.
Sebaliknya, bisnis yang bergantung pada barang di luar daftar (terutama sektor teknologi, chip, dan produk sensitif) belum merasakan dampak positif yang sama.
Kesepakatan ini juga menunjukkan bahwa perdagangan barang non-sensitif masih menjadi ruang yang paling mudah untuk dikompromikan. Isu-isu strategis seperti teknologi chip, kecerdasan buatan, dan Taiwan tetap menjadi titik sensitif yang belum disentuh secara mendalam dalam kesepakatan tarif kali ini.
Sinyal Stabilisasi, Bukan Akhir Perang Dagang
Para pengamat menilai langkah ini lebih sebagai upaya menstabilkan hubungan ketimbang menyelesaikan seluruh sengketa dagang. Perang dagang yang sempat membuat tarif melonjak tinggi kini sedikit mereda, tetapi struktur persaingan jangka panjang antara dua ekonomi terbesar dunia masih berlangsung.
Bagi pelaku bisnis, momentum ini menjadi pengingat penting: perubahan kebijakan perdagangan bisa datang cepat dan berdampak langsung ke rantai pasok. Perusahaan yang memiliki fleksibilitas dalam sumber pasokan, diversifikasi pasar, serta kemampuan membaca regulasi akan lebih siap memanfaatkan peluang sekaligus mengelola risikonya.
Pada akhirnya, kesepakatan Trump-Xi ini membuka sedikit ruang napas bagi perdagangan barang tertentu. Namun, ketidakpastian di sektor-sektor strategis masih akan menjadi bagian dari lanskap bisnis global dalam beberapa tahun ke depan.
Setelah pertemuan Trump-Xi di Washington, AS dan China sepakat pangkas tarif untuk US$30 miliar barang masing-masing (total US$60 miliar). AS ringankan tarif mainan & barang rumah tangga, China buka akses lebih besar untuk pertanian, batu bara, dan alat medis. Sekitar 90% barang dapat tarif MFN. Dampaknya langsung ke biaya impor, harga, dan peluang ekspor, meski isu chip & AI masih sensitif.
Image Source: The Hill
Media Sosial
Temukan Kami
#KenalLebihDekat
© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

Anggota Asosiasi