UI Resmi Buka Prodi S1 Kecerdasan Artifisial Mulai Tahun Ajaran 2026, "W! Maju Terus" Komen Gibran

1/8/20262 min baca

brown wooden house on lake near green trees under blue sky during daytime
brown wooden house on lake near green trees under blue sky during daytime

Surakarta, 8 Januari 2026 - Universitas Indonesia (UI) telah resmi mengumumkan pembukaan program studi (prodi) S1 Kecerdasan Artifisial (AI) yang akan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Prodi ini akan berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UI, sebagai langkah strategis untuk menjawab tuntutan era digital yang semakin bergantung pada teknologi AI. Pengumuman ini disampaikan melalui akun Instagram resmi UI pada 7 Januari 2026, yang langsung mendapat respons positif dari Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. "W! Maju Terus," tulis Gibran di kolom komentar, disertai emoji bendera Merah Putih, menunjukkan dukungannya terhadap inisiatif pendidikan berbasis teknologi di Indonesia.

Menurut keterangan resmi Fasilkom UI, prodi AI ini akan membekali mahasiswa dengan kompetensi mendalam seperti pemodelan AI, rekayasa sistem AI, hingga pengembangan AI yang berpusat pada manusia (human-centric AI) dengan penekanan pada etika dan dampak sosial. Mata kuliah yang ditawarkan mencakup AI Ethics, Deep Learning, Generative AI, AI Product and Design, Robotics, serta Spoken Language Processing. Sebelum menjadi prodi mandiri, kecerdasan artifisial hanya berstatus sebagai peminatan di Fasilkom UI, tapi kini dikembangkan menjadi program studi penuh untuk memenuhi kebutuhan industri yang semakin haus akan talenta AI. Pembukaan prodi ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat ekosistem digital nasional, di mana AI diproyeksikan menyumbang Rp1.000 triliun terhadap PDB Indonesia pada 2030, menurut laporan McKinsey Global Institute.

Respons Gibran tidak mengherankan, mengingat ia sering kali menyuarakan pentingnya pendidikan AI di berbagai tingkat. Pada Mei 2025, Gibran mengumumkan bahwa pelajaran AI akan masuk ke kurikulum nasional mulai dari SD hingga SMA pada tahun ajaran 2025/2026, sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi revolusi digital. Dalam diskusi di Binus University pada saat yang sama, Gibran menekankan bahwa "AI tidak akan menggantikan manusia, tapi manusia yang tidak menggunakan AI akan kalah oleh yang menggunakan AI," menunjukkan komitmennya untuk integrasi teknologi dalam pendidikan. Komentar singkatnya di unggahan UI ini menjadi simbol dukungan dari pemerintah pusat terhadap inisiatif universitas negeri untuk memajukan bidang AI.

UI bukanlah pionir pertama di Indonesia dalam prodi AI. Sebelumnya, Universitas Airlangga (Unair) telah membuka prodi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan sejak 2020, diikuti oleh Universitas Bunda Mulia (UBM) dengan prodi serupa. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) juga telah meluncurkan program AI pada 2023 dan 2024. Bahkan, Universitas Pelita Harapan (UBM) menjadi yang pertama membuka Fakultas AI (FAI) pada Maret 2025, dengan tiga prodi di dalamnya: Teknik Informatika AI, Teknik Elektro AI, dan Desain Produk AI. Gibran sendiri sempat menghadiri peluncuran FAI UPH dan memberikan apresiasi, menyebutnya sebagai langkah maju untuk pengembangan SDM Indonesia di era AI. Selain itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya juga telah mengintegrasikan AI ke dalam prodi Teknik Informatika sejak 2022, dengan fokus pada machine learning dan data science. Tren ini mencerminkan permintaan tinggi akan lulusan AI di Indonesia, di mana lowongan kerja di bidang ini diprediksi naik 30% per tahun hingga 2030, menurut laporan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pembukaan prodi AI di UI diharapkan menarik minat calon mahasiswa, dengan estimasi pendaftar mencapai ribuan pada SNMPTN dan SNBT 2026. Fakultas ini juga berencana berkolaborasi dengan industri seperti Gojek dan Tokopedia untuk magang dan riset, memastikan lulusan siap kerja di sektor teknologi yang berkembang pesat. Dengan dukungan dari tokoh seperti Gibran, inisiatif ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk menjadikan Indonesia sebagai hub AI di Asia Tenggara.